June 11, 2007

Lain Ladang Lain Belalang

Memang benar pepatah yg mengatakan "Lain Ladang Lain Belalang, Lain Tempat Lain Orangnya". Mungkin pepatah yang sudah mengalami modifikasi inilah yang tepat menggambarkan keberagaman karakter dari tiap lingkungan. Di lingkungan A tipe orangnya seperti ini, lingkungan B seperti itu, lingkungan C seperti ono, de-el-el. Tapi itulah suatu kenyataan yang ada dan kita harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana pun kita berada.

Ini memang bukan kepanitiaan atau pun kepengurusan yang pertama kali gw jalanin, tapi ini adalah kepanitiaan yang paling rumit dan membuat gw pusing tujuh keliling. Dari skala kegiatan mungkin tidak terlalu besar, cuma mau mengadakan peringatan HUT RI ke-62 di lingkungan RT, tapi kenyataannya........it's so complicated. Gw harus berhadapan dengan tipe-tipe orang yang susah diatur, komitmennya kurang, gak ada inisiatif, de-el-el. Inilah yang bikin gw pusing bgt, coz gw harus bisa bagi waktu gw untuk kerja, kegiatan ini, dan amanah-amanah gw yg lain. Udah gitu, kegiatan ini bener-bener menguras memmory gw, sampe-sampe gw butuh free RAM untuk refresh otak. Namanya sebuah amanah, harus tetap dijalankan hingga selesai.

Kegiatan ini sebenarnya kegiatan rutin tiap tahunnya di lingkungan RT gw, bedanya adalah acara panggung yang tidak tiap tahun bisa diadakan. Klo tidak salah, sudah sekitar lima tahun tidak ada kegiatan panggung. Oleh karena itu, tahun ini ditargetkan untuk bisa mengadakan panggung. Selain itu, ada lagi sesuatu yang beda di kepanitiaan ini dibanding kepanitiaan tahun-tahun lalu, yaitu adanya Tim Danus (Dana Usaha). Memang ini ide gw yang menurut gw adalah sesuatu yang positif. Tujuannya adalah biar remaja RT gw bisa lebih kreatif dalam mengumpulkan dana untuk peringatan 17 Agustus ini. Justru karena ide itulah gw malah tambah pusing. Bukan karena Danus tidak berjalan, tetapi karena proses yang ada didalamnya. Cuma ada satu orang yg menurut gw capable di Danus, yaitu ade gw, yang tidak bisa selalu ada di Bekasi. Ade gw saat ini masih kuliah di Bogor, jadi hanya sabtu dan minggu bisa mengurus Danus. Selainnya, gw masih belum menemukan orang yg tepat yg dapat memimpin jalannya tim ini. Pernyataan ini tidak ada maksud untuk meremehkan temen-temen yg lain. Malahan gw sangat bangga dengan dedikasi dari tim ini.

Selain masalah Danus, gw juga dipusingkan dengan masalah kurangnya tanggung jawab dan kekompakan dari seluruh panitia. Ada yang harus ditanyain dulu baru dikerjain, ada yang tidak mau bantu tugas temannya yang beda tim, dan segudang permasalahan lainnya yang membuat hidup ini semakin indah T-T. Akhirnya banyak pekerjaan yg harus gw lakukan sendiri. Awalnya sih tidak berat, tapi lama kelamaan terasa banget bahwa gw bukan superman yang bisa menjalankan semuanya sendiri.

Puncak masalahnya terjadi semalam. Ketika gw dimarahin sama ade gw yang karena sayangnya, dia tidak ingin semuanya berjalan semrawut dan gw yang jadi korbannya. Ini terjadi karena gw membiarkan semuanya berjalan dengan tidak semestinya, pekerjaan yang seharusnya bukan tugas gw, gw jalanin sendiri. Dah gitu, yg paling buat ade gw emosi adalah tanggung jawab akan pekerjaan-pekerjaan itu dibebankan ke gw. Koq bisa? Gw juga tidak habis pikir kenapa bisa jadi seperti ini. Emosi ade gw hampir meledak waktu rapat, tapi untung dia bisa menahannya, dan baru disampaikan ke gw diluar forum. Thanks Brother for Reminds me.... Dia tidak ingin semua berjalan seperti ini terus, dan gw pun paham bahwa ini adalah buah dari kesalahan gw dalam distribusi tugas.

Mungkin semua ini adalah proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik
Dan gw akan terus mencoba untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin

Aku memang bukan superman yang sanggup menjalankan semuanya sendiri.............
Aku memang bukan superman yang hanya perlu waktu singkat tuk berpindah-pindah tempat............
Aku memang bukan superman yang tidak perlu buang-buang waktu dijalan karena macet, coz bisa terbang sendiri...........
Aku memang bukan superman yang tidak khawatir masuk angin walaupun bepergian tanpa jaket.................
Aku hanyalah seorang Sundoro yang bukan Superman, yang ingin selalu menjadi lebih baik.

June 05, 2007

Koneksi XL-Centrin

Bigimghome

Alhamdulillah sekarang dah dapet koneksi Internet. Gara2 policy perusahaan tempat gw ditempatin gak kasih ijin koneksi internet ke orang luar, so...gak bisa onLine deh. Untungnya boz kasi kebijakan untuk pengadaan koneksi internet lewat XL-Centrin. Alhasil, sekarang bisa OnLine setiap saat.

XL-Centrin lumayan keren. Dari segi koneksi lumayan bagus, parameternya adalah koneksi ke Yahoo, gmail, fs, dan kaskus yang lancar. Dari segi harga, wooowwww murah Man. Dengan uang sebesar 200rb-an per bulan dah dapet koneksi unlimitted. Cuma terkadang koneksi terputus,tp jarang2 koq. Secara keseluruhan, pendapat gw tentang XL-Centrin OK.

Buat temen2 yg butuh koneksi internet unlimitted kayaknya perlu coba yg satu ini. Biaya per bulannya sih lumayan ringan, tp harga alatnya yg agak mahal. Ini butuh modem yg harganya sekitar 1-2 jt. Yang mau coba silakan daftar ke Centrin, atau liat2 dulu di websitenya: _http://www.centrin.net.id/

Slamat mencoba.

June 04, 2007

Wajahmu malam ini

Dalam sunyinya malam
Kutatap seraut wajah yang tak pernah kutemui
Keindahannya....
Senyumannya.....
Dan sinarnya yang memukau
Mengisi kosongnya hati

Rembulan nan cantik
Bintang-bintang nan genit
Bertaburan dalam cakrawalamu

Oh langit malam
Dapatkah kupandangi kembali wajahmu
Sambil kukagumi penciptamu

Oleh: Pujangga "KATRO"

April 30, 2007

Laporan Eksklusif Tim Futsal Ilkomerz 39

Bertanding tanpa dukungan supporter tidak membuat tim Futsal Ilkomerz 39 gentar terhadap lawan. Anak-anak asuhan Ibunya masing-masing ini datang ke Gymnasium dengan penuh rasa percaya diri. Ilkomerz 39 bermain lebih santai karena tidak terobsesi akan kemenangan, atau dapat dikatakan sadar akan kemampuan fisiknya yang sulit untuk mengalahkan tim lawan yang notabene secara fisik lebih muda dan secara jumlah lebih banyak.

Pada saat pertandingan akan dimulai, jumlah pemain yang tersedia pada tim Ilkom 39 hanya berjumlah 5 orang. Memang sih cukup, tapi kasian banget, dengan jumlah yang pas-pasan (tanpa pemain pengganti) melawan tim Ilkom 40 yang ternyata setelah diselidiki tersusun dari skuad 2 tim, yaitu 40 A dan 40 B. Gila gak tuh!!!! Walaupun begitu keadaannya, orang-orang tua yang udah hampir jompo ini tetap berjuang dengan sekuat tenaga dan nafas.

Formasi agak berbeda dari biasanya. Zae sebagai kiper, Tukul sebagai Bek, Musa & Riza sebagai Midfielder dan KELIK sebagai striker. Aneh kan? Tapi begitulah, namanya juga tim seadanya.

Datang sebagai tim yang kurang diunggulkan, Ilkom 39 langsung menggebrak dari peluit babak pertama dibunyikan. Alhasil, Ilkom 39 unggul 2-0 hingga pertandingan berjalan 10 menit. Kedua gol tersebut dicetak oleh Tukul dan Riza. Efek samping dari strategi menyerang sejak awal babak, nafas para pemain dari Ilkom 39 pun mulai mengempos. Keunggulan dua gol atas Ilkom 40 dibalas dengan 2 gol dari ilkom 40. Ilkom 39 yang semula memimpin 2-0, harus rela imbang 2-2 pada akhir babak pertama.

Menjelang akhir babak pertama, ilkom 39 mendapatkan suntikan tenaga baru. Excom datang.... Dan pada awal babak kedua, tambah satu pemain lagi, yaitu Mas Ifnu yang merupakan perwakilan dari tim ilkom 38 pada tim ini. Alhamdulillah..

Cadangan nafas tim Ilkom 39 makin menipis pada babak kedua, sehingga tim ini tidak dapat mempertahankan kondisi imbang 2-2. Dengan perjuangan yang gigih, tim Ilkom 40 berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-5. Ilkom 39 yang sudah kehabisan nafas dan membutuhkan nafas buatan ini pun tak mau menyerah begitu saja. Ilkom 39 berusaha mengejar ketinggalan dengan serangan demi serangan yang membuat tim lawan harus berjibaku melindungi gawangnya dari derasnya serangan ilkom 39. Hasilnya, Ilkom 39 menambah perolehan golnya menjadi 4-5. Namun usaha untuk mengejar ketinggalan harus dihentikan oleh peluit panjang, tanda pertandingan harus berakhir.

Hasil ini cukup membuat tim Ilkom 39 puas, karena dengan keterbatasan SDM, tim ini dapat memberikan perlawanan yang sengit. Dan syukur Alhamdulillah tidak ada pemain Ilkom 39 yang tergeletak pingsan di lapangan hingga pertandingan berakhir.

Demikian laporan pertandingan Ilkom 39 melawan Ilkom 40 A dan Ilkom 40 B dari kejuaraan futsal Himalkom IPB tahun 2007. Untuk informasi tentang hasil-hasil pertandingan lainnya, Anda dapat menghubungi panitia di no: 08xxxxxxxxx.

April 18, 2007

Temporary Internet Connection

Alhamdulillah wa Syukurillah… Akhirnya bisa juga ngerasain ngenet di kantor meskipun hanya sementara. Dua hari ini kebetulan gw pindah kantor ke gedung Total di seberang Mall Taman Anggrek tuk ambil (donlot) data untuk di-migrasi-in ke sistem baru.

Ternyata uuueeeennnnaaaakkk tenan di sini. Dah bisa denger lagu,… ngenet,… keluar masuk sesuka hati,… pokoke bebas deh. Walaupun cuma dial-up connection via CBN, lumayan lah buat ngisi waktu kosong. Daripada bengong, trus kesambet…. (iiihhhh ngeriiii), mending menyalurkan bengong dan pusing lewat browsing n’ chatting.

Hehehe …

n_n’

Friends, where are you?

Weleh...weleh...gak kerasa dah sekitar 8 tahun gw lulus dari SMP tercinta. Dan selama itu pula gw gak pernah ketemu temen2 genk SMP dulu. Kayak apa ya? Yang pasti dah banyak banget yang berubah. Mulai dari tampang, style, sifat, ampe kebiasaan sehari-hari. Meskipun semuanya berubah, tapi persahabatan gw gak akan pernah berubah.

Gw bener-bener kangen banget sama masa-masa SMP dulu. Kayaknya gak akan ada habisnya klo inget masa-masa itu. Yang masih pada katro, ndeso, cupu, kocak, badung. Maklumlah, namanya juga anak baru Gde, masih labil, serba ingin tahu dan juga sok tahu. Tapi justru disitu serunya.

Pengen rasanya ketemu lagi sama temen-temen SMP, mengenang masa-masa lalu, bertukar kabar, dan saling bertukar cerita tentang perjalanan hidup yang telah dijalani hingga saat ini. Aduh seruuuuuunya...kapan ya? Sekarang gw masih berusaha tuk kumpulin temen-temen kelas waktu SMP dulu. Susah sih, tapi gw yakin keinginan yang kuat dapat mengatasi berbagai masalah yang ada. Mulai dari nginget daftar absen kelas, kumpulin no telpon temen-temen, bikin acara, de-el-el.

Hingga kini gw masih berharap acara ini bakal sukses dan berjalan lancar. Gw juga berharap bisa ngeliat lagi muka temen-temen gw sekarang yang mungkin dah bikin gw pangling. Friends, I miss u all... :)

Hari lahir = Hari Ultah

Menurut gw ini merupakan fenomena yang cukup menarik, yaitu hari lahir sama dengan hari ulang tahun. Fenomena ini terjadi buat yang lahir pada bulan Maret 1984 hingga bulan Januari 1985, akan memiliki hari lahir yang sama dengan hari ulang tahunnya pada Maret 2007 hingga Januari 2008. Hal ini terjadi karena kalendar pada bulan Maret 1984 hingga Januari 1985 sama persis dengan kalendar Maret 2007 hingga Januari 2007.

Percaya? Klo gak percaya, liat aja di kalendar.

Keselek Biji Kedondong

Tahukah Anda Kendondong?

Kedondong adalah buah yang mengandung banyak vitamin C dan memiliki rasa yang cukup asem (Kelik 2006). Buah ini dapat dinikmati dalam bentuk rujak, asinan, ataupun dimakan secara langsung. Buah ini memiliki biji yang keras pada bagian dalam dan mengakar berbentuk serat pada bagian luarnya. Kedondong muda memiliki kulit berwarna hijau agak tua, sedangkan yang tua berwarna agak kecoklatan (seperti sawo). Kedondong merupakan buah favorit gw, walaupun banyak orang gak seneng karena rasanya yang asem banget. Tapi justru disitulah letak kenikmatannya.

Nah, begini ceritanya. Kemarin gw mau makan kedondong. Seperti biasa, sebelum menikmatinya, kulit kedondong dikupas terlebih dahulu. Lalu dipotong-potong (sampai disini belum ada masalah). Sewaktu potongan kedondong yang lezat itu mulai dimakan...mmmm...nikmat sekali. Satu potong...dua..dst hingga pada suatu potongan yang gw makan ternyata ada serat biji kedondong yang ikut terpotong. Klo kecil sih gak masalah. Panjangnya lumayan, sekitar dua ruas jari telunjuk tangan. Kejadiannya hampir kayak duri ikan yang nyangkut di tenggorokan, sakit dan gak nyaman banget. Bedanya klo duri nancep, tapi ini nyangkut. Ketelan gak bisa, keluar juga susah. Pokoknya parah banget deh.

Akhirnya dengan perjuangan yang cukup keras, serta cucuran keringat dan air mata, serat biji kedondong itu 'rela' juga keluar dari tenggorokan gw. Alhamdulillah. Untuk dia mau keluar, klo nggak gw bisa tersiksa siang malem.

Tapi kejadian itu gak bikin gw kapok untuk makan kedondong lagi. Malah buat balas dendam sama kedondong, gw makanin aja yang banyak,...biar dia kapok. :p

March 23, 2007

Backkom

Cartriderimage_640x520_1Buat temen-temen yang hobi dengan animasi-animasi lucu dan kocak perlu coba animasi yang satu ini. Hasil produksi RG Studio ini menceritakan tentang seekor beruang kutub yang ber nama Backkom. Tokoh ini memiliki sifat emosional, bodoh, sok tahu, dan iseng. Animasi ini hampir mirip dengan Happy Tree Friends, tapi tidak menampilkan sadisme, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Short film dari Backkom dapat di-download dari situs resmi RG Studio di www.rgstudios.com. Untuk TV series-nya masih belum dapat di-download. Klo ada yang tahu tentang VCD, DVD, atau alamat download Backkom yang lain, tolong informasinya ya!

Ayah Kelinci

Buku itu sudah lusuh. Lebih lusuh dari saat terakhir saya melihatnya. Mungkin sekitar 3 atau 4 tahun lalu saat putri bungsu saya berusia sekitar 6 tahun. Menemukan buku itu kembali di salah satu boks buku lama di Gudang, membuat pikiran saya bernostalgia, penuh perenungan. Sebab tanpa buku kecil manis itu, mungkin saya tidak sebegini meyakininya bahwa peran keayahan di negeri ini harus dibangun kembali.

Ayah bukan sekedar makhluk gagah temannya ibu. Ayah adalah makhluk hebat yang ALLAH ciptakan untuk melakukan pendidikan terbaik di dalam rumah. Tidak seorang ibu hebat pun dapat melakukannya dengan utuh, sesempurna ayah jika ia mau melakukannya, pada hal-hal yang khas istimewa milik ayah.

Buku kecil itu mengatakannya dengan sangat sederhana. Sebuah cerita tentang seekor bayi kelinci yang baru lahir. Masing-masing anggota keluarga menyatakan harapan mereka. Bermacam-macam. Ada yang ingin sang bayi kelinci menjadi petugas pemadam kebakaran, menjadi pemilik toko permen, jadi dokter, pengusaha, pemilik peternakan, masinis kereta api, koki hebat, penakluk beruang. Bahkan masih sederet lagi ragam-ragam keinginan mereka terhadap si bayi kelinci untuk nanti ia akan menjadi apa jika dewasa.

Sang tokoh utama -bayi kelinci itu- digambarkan hanya tersenyum, asyik bermain dan mendengarkan semua harapan "orang" dewasa di sekitarnya dengan mata berbinar gembira menikmati cinta!

Hanya di dua lembar terakhir, sang bayi kelinci bicara. Ternyata ia mengatakan sebuah kalimat besar yang memesona! Dia bilang pada semua "orang" yang mencintainya itu bahwa ia tidak ingin menjadi seperti apa yang dikatakan oleh ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, tetangga, dan sahabat-sahabat keluarga lainnya...

Ia sudah mempunyai keinginan sendiri! Ia hanya ingin menjadi AYAH KELINCI! Menjadi ayah kelinci yang setiap malam mendongengkan anak-anak kelinci cerita-cerita yang menarik, membopong mereka ke kamar kecil sambil bercanda, dan kembali menemani ...sampai kelinci-kelinci kecil tertidur lelap dalam kisah pengembaraan dan imajinasi yang tak akan pernah terulang lagi...

Kisah-kisah keberanian, kejantanan yang penuh kearifan, kesatriaan, dan berani mengakui kesalahan, memimpin dengan kasih sayang dan kelembutan, ketajaman mengendus bahaya, ketepatan dalam mengambil keputusan, mengembangkan rasa humor yang patut, berani bekerja, mampu bekerjasama dalam keberbedaan, mengenal petualangan di alam bebas, mengantisipasi keadaan darurat, memecahkan masalah dengan keadilan... memanah, berenang, berkuda... Mengenal listrik sederhana di rumah, memasak gaya ayah, membuat peti kemas, memanjat pohon, menanam dan memupuk, menggergaji, menundukkan ular, membersihkan kamar mandi, mengatur gudang, mencuci motor atau mobil, belajar mencukur... dan... Bagaimana ia harus dapat melindungi dan mencintai anak-anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu dari cucu-cucunya? Oh, alangkah banyak yang dapat ayah ajarkan pada anak-anak lelakinya...

Kemana ayah kelinci hari ini? Kenapa lebih banyak ayah kelinci yang selalu berangkat pagi dan pulang sore atau malam hari? Lalu ia baca koran, minum kopi dan tidak berterima kasih ketika semua baju tersetrika rapi serta makanan siap selalu di meja... Dan di hari sabtu dan ahad, ayah kelinci lebih sering janjian olah raga dengan para ayah kelinci lain dengan meninggalkan piring dan sendok yang berserakan bekas makan? Dan selepas tidur siang, ada kajian panjang di majelis sampai tengah malam.

Jadi kapan ayah kelinci main dan melayani anak-anak? Kapan pula ayah kelinci tidak hanya meminta dilayani oleh ibu dan juga para pembantu?

Kemana perginya peran ayah kelinci hari ini? Mungkinkah kita membuat HARI AYAH? Kapan?

Dikutip dari rubrik Harmoni, Majalah Al-Falah.
Pengasuh: Seto & Neno Foundation.